WHAT’S HOT NOW

ads header

News

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Sosok

Kabar Dari Manca

Sambang Klub

» »Unlabelled » Peringkat Turun tapi Tetap Bahaya

SENDIRIAN: Wang Zhengming (foto: sidiq)
PELUH masih membasahi tubuh Wang Zhengming. Pebulu tangkis Tiongkok itu baru saja dipaksa bertarung rubber game saat menghadapi Tanongsak  Saensomboonsuk dalam pertandingan Superliga Badminton Indonesia (SBI) di DBL Arena, Surabaya, Selasa (5/2).
 Pada kompetisi yang baru dilaksanakan kali ketiga itu, pebulu tangkis berusia 22 tahun tersebut membela SGS Bandung. Sementara Tanongsak memperkuat Jaya Raya.
 Wang Zhengming merupakan satu-satunya pebulu tangkis yang berlaga pada SBI 2013. Sebelumnya, dalam SBI pertama pada 2007, kompatriotnya (rekan satu negara) Chen Hong membela Suryanaga. Hasilnya, Suryanaga menang.
 “”Saya bisa tampil di sini karena tak tampil di All England 2013 di Inggris bulan depan,’’ kata Wang Zhengming saat hendak menuruni tangga.
 Tentu, ini membuat dia berbeda dengan pebulu tangkis Negeri Tembok Raksasa, julukan Tiongkok, lainya. Biasanya, mereka tertutup serta enggan bicara dengan media. Meski tak banyak bicara, ini membuat lelaki asal Guangzhou tersebut perlu mendapat apresiasi.
 Secara kualitas, lelaki dengan tinggi 183 sentimeter tersebut cukup bagus. Buktinya, dia mampu menjadi juara dunia junior pada 2008 serta juara Asia tahun yang sama. Pada 2011, di level senior, Wang Zhengming masuk final Kejuaraan Asia di New Delhi, India. Tapi, di laga pemungkas, dia harus mengakui ketangguhan senior sekaligus idolanya, Lin Dan.
 Pada peringkat BWF per 31 Januari 2013, Wang Zhengming berada di posisi ke-16 dunia. Dua turnamen awal tahun kurang bersahabat baginya. Di Korea Super Series, dia langsung tumbang dari unggulan teratas Lee Chong Wei asal Malaysia dalam pertarungan rubber game 21-17, 14-21, 16-21.Sepekan kemudian, Wang Zhengming menyerah secara mengejutkan takluk straight game 16-21, 16-21. Ini membuat dia terlempar dari 10 besar dunia.
 ‘’Tapi, bagamanapun, Wang Zhengming tetap pebulu tangkis yang berbahaya. Dia masih muda dan saya perkirakan bisa jadi penerus Lin Dan,’’ ucap Yacob Rusdianto, ketua dewan pengawas PB PBSI. (*)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama