Herry IP memberi masukan Liliyana Natsir |
Itu wajar karena statusnya memang sebagai pelatih ganda putra. Tapi mengapa kini HerryIP, begitu dia disapa, menunggui nomor ganda campuran? Sudah pindahkah dia?
Padahal, di awal-awal pertandingan All England 2016, wakil Indonesia di nomor ganda campuran selalu didampingi Richard Mainaky. Bahkan, hingga pertandingan perempat final, dia masih memberikan intruksi dan arahan ketika Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, juara tiga kali nomor ganda campuran All England, turun ke lapangan menghadapi wakil Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock.
''Richard pulang awal karena anaknya sakit. Jadi bukan Herry kini pindah ke nomor ganda campuran,'' ungkap Wakil Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto.
Tapi dengan pengalaman yang dimiliki, Herry mampu memberi masukan dan arahan yang tepat kepada Praveen/Debby. Saat melawan Zhang Nan/Zhou Yunlei, unggulan teratas sekaligus juara bertahan All England, dia mengingatkan agar Praveen tak boleh emosi dan main sikat. Sementara Debby disarankan agar bisa mengubah aliran shuttlecock agar tak mudah dipatahkan lawan.
Hasilnya, untuk kali pertama, Praveen/Debby bisa mengalahkan Zhang/Zhao yang juga merupakan pasangan nomor satu dunia. Padahal, sebelumnya, mereka tak pernah menang dalam tujuh kali pertemuan.
Herry memang dikenal sebagai pelatih bertangan dingin di ganda putra. Dia mampu mencetak Hendra Setiawan/Markis Kido menjadi juara dunia 2007 dan peraih emas Olimpiade Beijing 2008.
Setelah itu, Hendra/Mohammad Ahsan pun dipolesnya menjadi juara All England 2014 dan juara dunia 2015. (*)