WHAT’S HOT NOW

ads header

News

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Sosok

Kabar Dari Manca

Sambang Klub

Putri Afrika Bersaing Ketat Menuju Guangzhou


BERLAGA di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis impian semua atlet. Asa tersebut hanya milik pebulu tangkis Asia dan Eropa yang selama ini dikenal sebagai gudangnya atlet olahraga tepok bulu itu.
 Tapi, juga dari Afrika, sebuah benua yang selama ini hanya dipandang sebelah mata di pentas bulu tangkis dunia. Buktinya, tiga atlet putri Afrika bersaing ketat untuk untuk menjadi nomor satu sekaligus menjadi wakil benua tersebut dalam event yang dilaksanakan di Guangzhou, Tiongkok, pada Agustus mendatang.
 Tiga pebulu tangkis putri itu adalah Grace Gabriel asal Nigeria, Hadia Hosny (Mesir), serta Shama Aboobakar dari Mauritian. Tapi, persaingan belum berakhir. Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Apalagi, peringkat terakhir yang dipakai adalah peringkat 25 April 2013. Pada 2011 di London, Inggris, Afrika belum mengirimkan wakilnya. Juara tunggal putri saat itu jatuh ke tangan Wang Yihan asal Tiongkok yang di final menghentikan langkah kejutan Cheng Shao-Chieh (Taiwan) dua game langsung 21-15, 21-10. (*)
MESIR: Hadia Hosny (foto: rte.ie)

Peeringkat Tunggal Putri Afrika (28/2/2013)
1.    Grace Gabriel (Nigeria, 145)
2.    Hadia Hosny (Mesir, 158)
3.    Shama Aboobakar (Mauritian, 169)
4.    Shamim Bangi (Uganda, 186)
5.    Kate Foo Kune (Mauritian, 187)

Eriko Hirose Terus Terpuruk

LABIL: Eriko Hirose (foto: zembio.com)

ERIKO Hirose kembali jadi sorotan. Penampilan buruknya sejak awal tahun kembali terjadi di Jerman Grand Prix Gold 2013. Secara mengejutkan, pebulu tangkis tunggal putri asal Jepang tersebut tumbang pada babak pertama turnamen yang dilaksanakan di Muhleim tersebut.
 Dalam babak pertama (28/2/2013), Eriko, yang diunggulkan di posisi kedelapan, tersebut menyerah rubber game 21-10, 15-21, 9-21. Ini menjadi kemenangan ketiga bagi Aprillia selama bertemu dengan Eriko.
 Dua kali kemenangan sebelumnya diperoleh pebulu tangkis binaan PB Semen Gresik tersebut pada Singapura Terbuka 2011 dan Australia Grand Prix Gold 2012. Sedangkan Eriko memetik hasil manis atas Aprillia di India Grand Prix Gold 2011.
 Selama 2013 ini, Eriko memang jeblok. Dalam turnamen besar pembuka tahun, Korea Super Series Premier dan Malaysia Super Series, dia juga tersungkur pada babak pertama. Di Korea, finalis All England 2011 tersebut takluk oleh Gu Juan dari Singapura serta di Malaysia dihentikan langkahnya oleh Lindaweni Fanetri asal Indonesia.
 Belum lagi di Superliga Badminton Indonesia 2013. Dia gagal membawa Suryanaga lolos dari babak penyisihan. Padahal, klub asal Surabaya tersebut menyandang status juara bertahan.
 Kabarnya, jebloknya penampilan Eriko ini dipengaruhi masalah bubarnya klub dia di Jepang karena masalah pendanaan. Sayang, saat ditemui di Surabaya saat SBI 2013, Eriko enggan memberikan jawaban. Dia hanya mengatakan penampilannya tak maksimal di Kota Pahlawan, julukan Surabaya, karena tak tahan panas.
 Hasil jeblok di Korea Selatan dan Malaysia membuat Eriko kini terlempar di posisi 14 besar. Padahal, di awal tahun, cewek berusia 28 tahun itu mantap di peringkat 11 besar. (*)

Sudah Dapat Poin BWF

KABAR  gembira bagi pasangan Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana. Kini, mereka mempunyai poin dan ranking dari BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).
 Itu tak lepas dari capaian Christopher/Trikusuma dalam Austria Challenge 2013. Pada turnamen yang menyediakan hadiah Rp USD 15 ribu tersebut, pasangan baru tersebut mampu menembus babak perempat final.
 Sayang, mereka gagal lolos ke semifinal karena kalah dua game langsung 11-21, 16-21 dari pasangan Jepang yang diunggulkan di posisi kelima Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Hasil tersebut membuat Christopher/Trikusuma langsung berada di posisi 333 dunia dengan mengumpulkan 2.200 seperti yang tertulis di situs BWF. Peringkat tersebut dikeluarkan pada 28 Februari. 
 Tentu, ini sudah sesuai harapan. Alasannya, keduanya rela terbang jauh ke Wina, kota tempat pertandingan Austria Challenge, itu memang untuk mencari poin agar bisa mempunyai peringkat di BWF.
 Sebenarnya, setelah dari Austria, Christopher/Trikusuma akan berlaga di Jerman Grand Prix Gold yang dilaksanakan 26 Februari-3 Maret. Tapi, karena peringkatnya belum ada, keduanya masuk dalam daftar tunggu.
 Hingga akhirnya saat berlangsungnya babak kualifikasi pada 26 Februari, ternyata nama mereka tak terdaftar. Ini membuat Christopher/Trikusuma langsung kembali ke Indonesia untuk menjalani latihan di Surabaya.
 Sebelumnya, Christopher berpasangan dengan Andrei Adistia. Dalam peringkat per 28 Februari pun, keduanya masih duduk di peringkat 45 besar dunia. Tapi, kini, keduanya tak lagi berpasangan setelah tak lagi berada di pelatnas Cipayung. (*)

Poul-Erik Apresiasi Dukungan

POUL-Erik Hoyer selangkah lagi menjadi Presiden BWF. Itu setelah dia mendapat dukungan terbanyak untuk menjadi orang nomor satu di induk organisasi bulu tangkis seluruh dunia tersebut.
 Sementara, dia sudah mengumpulkan 52 suara dukungan dari federasi olahraga tepok anggota BWF. Koleksi dukungan ini menjadi  sejarah karena termasuk banyak.
 “Saya merasa tersanjung dengan suara yang diberikan kepada saya oleh anggota BWF. Ini akan membuat saya lebih mudah memajukan bulu tangkis di masa mendatang,’’ kata Poul-Erik dalam rilis yang dikirim melalui email penulis.
Dia pun siap bersaing dengan wakil presiden yang besar kemungkinan jatuh ke tangan Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Amerika Selatan Gustavo Salazar Delgado.
 Delgado, tambah Poul-Erik, merupakan sosok yang kenyang pengalaman. Ini sangat bermanfaat dalam mengembangkan bulu tangkis ke area yang lebih luas. Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro, Brasil, akan menjadi tonggaknya.
 ‘’Dukungan yang diberikan Federasi Oceania tentu sangat menyenangkan karena kami punya pandangan yang sama untuk mengembangkan bulu tangkis,’’ tambah Poul-Erik.
 Untuk itu, dia juga telah merencanakan dialog dengan Federasi Bulu Tangkis Afrika. Peraih emas tunggal putra Olimpiade Atlanta 1996 itu pun berkeinginan datang ke sana.
 Lelaki asal Denmark itu tak menutup mata tentang Asia. Jika terpilih, Poul-Erik akan tetap menjadikan Asia sebagai kantor pusat BWF.
‘’Saya tak punya niat memindahkan kantor pusat BWF dari Kuala Lumpur,’’ lanjut dia.   Pemilihan Presiden BWF akan dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 18 Mei mendatang. (*)

Suntikan Tenaga di Babak Utama


UTAMA: Bona /Afiat Yuris (foto: pbsi)
PERJUANGAN berat dilakoni pasangan baru Bona Septano/Alfiat Yuris Wirawan. Keduanya harus melalui babak kualifikasi dalam Jerman Grand Prix Gold 2013.
 Untung, Bona/Afiat mampu melaluinya dan berhak lolos ke babak utama turnamen yang di adakan di Mulheim tersebut. Pada pertandingan kualifikasi perdana (26/02/2013),  keduanya menang 24-22, 21-16. Kemudian pada babak kedua di hari yang sama, Bona/Afiat memupus asa pasangan Hongkong Chan Yun Lung/Lee Chun Hei dengan rubber game 19-21, 23-21, 21-10.
 Kemenangan tersebut membuat pasangan yang baru digabungkan akhir 2012 tersebut merasakan atmofser babak bergengsi. Bahkan, kans melaju ke babak kedua pun terbuka bagi Bona/Alfiat.
 Itu disebabkan pada penampilan perdana dalam babak utama, mereka akan menghadapi pasangan tuan rumah yang juga lolos dari babak kualifikasi Fabian Holzer/Beck Raphael. Mereka lolos babak utama setelah dalam pertandingan babak akhir kualifikasi menundukkan pasangan Kroasia Zvonimir Durkinjak/Zvonimir Hoelbling14-21, 21-17, 21-12.
 Hanya, untuk bisa lolos ke babak ketiga atau perempat final butuh perjuangan ekstrakeras. Unggulan kedua asal Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa siap menghadang. Di atas kertas, pasangan Negeri Matahari Terbit tersebut tak akan mengalami kesulitan menghentikan ambisi Bodin Issara/Pakkawat Vilailak (Thailand).
 Pada babak utama di nomor ganda putra, Indonesia sudah menempatkan Ricky Karanda Suwardi/Muhammad Ullinuha dan Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra Aprida Gunawan. (*)

30 Tahun Yonex Sponsori All England

VENUE: National Indoor Arena (foto: guardian.co.uk)
SUDAH banyak brand bulu tangkis di dunia. Tapi, nama Yonex tetap masih menjadi nomor wahid. Bahkan, produk Jepang tersebut sudah identik dengan bulu tangkis.
 Ini dikarenakan Yonex begitu serius dan melekat dengan olahraga tepok bulu tersebut. Bahkan, tahun ini, untuk ke-30 tahun secara beruntun, mereka menjadi sponsor utama dalam turnamen bulu tangkis paling bergengsi di muka bumi ini, All England. Kejuaraan bertitel super series premier tersebut akan dilaksanakan di National Indoor Arena, Birmingham, 5-10 Maret mendatang.
Durasi 30 tahun ini membuat Yonex memecahkan rekor Stella Artois yang menjadi sponsor di turnamen tenis selama 29 tahun (1979-2008). Hanya, di All England, Yonex masih lebih lama di Jepang Terbuka yakni 32 tahun.
All England merupakan turnamen bulu tangkis tertua dan paling bergengsi. Bahkan, banyak yang menyebutnya sebagai kejuaraan dunia tidak resmi. Imbasnya, semua pebulu tangkis dunia berambisi bisa menjadi juara, begitu juga dengan tahun ini.

Presiden Yonex Ben Yoneyama, yang ayahnya Minoru mendirikan Yonex pada 1940-an, mengatakan bahwa keluarganya mempunyai gairah di All England sejak ayahnya kali pertama datang ke Wembley Arena, venue All England lama. ‘’Perusahaan kami juga punya dedikasi untuk memberikan kontribusi kepada dunia melalui olahraga. Dengan memberikan dukungan kepada turnamen tertua, kami telah melakukannya dan akan terus melakukannya,’’ ungkap  Ben.
Apalagi, Yomex juga telah menjadi sponsor di lima turnamen super series dalam kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) selama 2014-2017. (*) 

Pede dengan Tambah Berat Dua Kilogram


AMBISI: Chong Wei Feng (thestar.com.my)


TINGGINYA hanya 170 sentimeter. Berat badannya pun 62 kilogram.
Tentu, ini kurang ideal bagi Chong Wei Feng mengarungi kerasnya persaingan bulu tangkis papan atas dunia.
 Tapi, itu akan berubah saat dia berlaga dalam All England Super Series Premier yang dilaksanakan di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris, pada 5-10 Maret mendatang. Apalagi, di turnamen tersebut, Wei Feng menjadi langsung lolos ke babak utama selain dua waki Malaysia lainnya, Lee Chong Wei dan Liew Daren. Sedangkan dua rekannya, Mohd Arif Abdul Latif dan Tan Chun Seang – akan memulai penampilannya dari babak kualifikasi.
  ‘’Berat badan saya sudah naik dua kilogram tapi itu bukan lemak semua. Sekarang badan saya lebih berotot,’’ terang Wei Feng.  
Ini, lanjut dia, diperolehnya setelah menjalani program di pusat kebugaran. Penampilan barunya tersebut membuat dia percaya diri dalam turnamen yang menyediakan hadiah total USD 400 ribu tersebut.
“Dengan berat 65 kilogram, Chong Wei bermain dengan kecepatan luar biasa. Tentu, saya ingin seperti itu,’’ ucap Wei Feng.
Dengan kondisinya sekarang, dia optimistis mampu menumbangkan unggulan kesepuluh asal Denmark Jan O Jorgensen pada babak pertama All England 2013. Dibandingkan tahun ini, sebenarnya undian 2013 lebih menguntungkan.
 “Tahun lalu, saya harus memulai dari kualifikasi dan di babak kedua langsung ketemu Lin Dan.  Tentu, tahun ini, saya juga minimal harus menembus babak kedua dan berharap sampai perempat final,’’ tegas Wei Feng.
Tahun lalu, dia tampil di All England dengan peringkat 118th. Tapi, selama setahun, lompatanya sangat signifikan dengan duduk di posisi ke-17. ‘’Saya belum pernah bertemu Jorgensen sebelumnya. Tapi, saya tahu, dia pebulu tangkis yang bagus,’’ pujinya kepada sang lawan.
If he gets through Jorgensen, he may play against the winner of the match between Vladimir Ivanov of Russia and Sony Dwi Kuncoro of Indonesia. Neither is a pushover.
Juara dua kali All England asal Malaysia Lee Chong Wei kini diunggulkan di posisi teratas. Menempati grup atas, dia dikeroyok tiga pebulu tangkis Tiongkok Wang Zhengming, Du Pengyu, dan Gao Huan.
Tahun lalu, Chong Wei gagal hat-trick (meraih tiga kali gelar beruntun) setelah dipaksa mengakui ketangguhan Lin Dan karena cedera lengan. (*)

Poul-Erik Hoyer Pimpin Dukungan Suara

PERSAINGAN menjadi Presiden BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) makin panas. Tiga calon yang bersaing, Datuk Seri Nadzmi Mohd Salleh asal Malaysia, Justian Suhandinata (Indonesia), dan Poul-Erik Hoyer-Larsen (Denmark) tak mau kalah.
 Hanya, posisi Poul-Erik lagi di atas angin. Lelaki yang sukses meraih emas nomor tunggal putra dalam Olimpiade Atlanta 1996 tersebut untuk sementara mendapat dukungan 52 suara. Di posisi kedua, Justian dengan 24 suara dan Nadzmi 18 suara.
 Pemilihan orang nomor satu organisasi yang dulunya bernama IBF tersebut akan dilaksanakan 18 Mei mendatang di sela-sela Piala Sudirman 2013 yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19-26 Mei.
Selain pemilihan presiden, persaingan menjadi deputi presiden juga tak kalah sengit. Pejabat lama Paisan Rangsikitpho akan ditantang Presiden Federasi Bulu Tangkis Peru Gustavo Salazar Selgado. Dari suara dukungan yang masuk, Selgado memperoleh 21 suara dibandingkan Paisan yang tiga dua suara di belakangnya. (*)

Darah Indonesia di Tim Sudirman Amerika


KUDA HITAM: Kekuatan Negeri Paman Sam (foto: USA Badminton)
PIALA Sudirman 2013 masih dilaksanakan Mei. Tapi, pada Februari, Amerika Serikat (AS) sudah punya tim yang bakal berlaga dalam kejuaraan bulu tangkis beregu campuran yang dilaksanakan di Putra Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19 - 26 Mei tersebut.
  Menariknya, di tim Negeri Paman Sam, julukan AS, tersebut ada darah Indonesia. Bahkan, salah satunya pernah menjadi tulang punggung merah putih dalam berbagai event internasional.
  Pebulu tangkis berdarah Indonesia yang akan membela AS itu di kelompok putra terdapat nama Halim Haryanto serta Jimmy Pohan. Untuk kelompok putri ada Jamnie Subandhi.
  Di antara ketiganya, prestasi Halim yang paling mentereng. Saat masih membela Indonesia, lelaki kelahiran Bandung, Jawa Barat, 23 September 1976 tersebut pernah mengukir beberapa prestasi.  Juara Dunia 2001 dan All England 2001 pernah dirasakannya saat berpasangan dengan Tony Gunawan, yang ini juga hijrah ke AS.
  Dia hijrah ke AS pada 2004 dan memperoleh kewarganegaraan pada 19 Agustus 2011. Dia menikah dengan Jeanny N dan dikaruniai dua anak Gabriella Ho dan Graciella Ho.
  Selain Halim dan Jimmy, kekuatan AS juga diperkuat  Howard Shu, Jimmy Pohan, Phillip Chew, dan Sattawat Pongnairat. Sedangkan di sektor hawa, AS  juga mengandalkan Eva Lee, Iris Wang, Karyn Velez, dan Paula Lynn Obanana.  Dalam Piala Sudirman 2013, AS berada di grup II dunia. Pada penyelenggaraan sebelumnya di Qingdao, Tiongkok, Paman Sam berada di grup 2 B dan menempati posisi ketiga grup. Saat itu, mereka masih mengandalkan Tony Gunawan. (*)

1 Eropa Lawan 2 Asia

TIGA kandidar resmi maju dalam pencalonan presiden BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia). Mereka yang bersaing setelah pendaftaran ditutup pada 22 Februari 2013 adalah Dato Sri Mohd Nadzmi Mohd Salleh (Malaysia), Dr. Justian Suhandinata (Indonesia), dan Poul-Erik Hoyer (Denmark).
Ketiga bersaing untuk bisa dipilih menjadi presiden dalam agenda yang dilaksanakan di  Kuala Lumpur, Malaysia, pada 18-23 Mei mendatang. Pemilihan tersebut dilaksanakan di sela-sela pelaksanaan Piala Sudirman, kejuaraan beregu campuran.
 Ketiga maju untuk menggantikan posisi Dr. Kang Young Joong yang memilih mundur dari persaingan setelah dua kali memimpin BWF. Ini ditegaskannya pada Novenber 2012.
 ‘’Ini saat yang tepat untuk meninggalkan BWF dan saat yang tepat melakukan transisi karena posisi bulu tangkis sudah sangat strategi,’’ kata Yong Joong yang berasal dari Korea Selatan.
 Masih majunya Sri Mohd Nadzmi Mohd Salleh dan Dr. Justian Suhandinata sebenarnya cukup mengejutkan. Ini dikarenakan jauh-jauh hari salah satu dari mereka diharapkan mau legawa untuk mundur. Tujuannya agar suara Asia tetap solid. Jika Asia solid, tentu Paul-Erik akan mengalami kesulitan menjadi orang nomor satu BWF. Bagaimanapun, bulu tangkis masih dianggap sebagai milik Asia dengan berjayanya negara Asia dan pebulu tangkisnya di berbagai event internasional. (*)

Teruskan Tradisi Juara Kakak


JUARA: Rane Saili (foto: ugandadailyeye)
UGANDA memang tak pernah terdengar dalam hiruk pikuk bulu tangkis dunia. Tapi, siapa sangka, negara di Benua Afrika tersebut mampu memikat para pebulu tangkis beberapa negara untuk ikut ambil bagian dalam turnamen Uganda Internasional.
  Persaingan perebutan juara pun berlangsung sengit. Juara tunggal putra akhirnya jatuh ke tangan pebulu tangkis Sri Lanka Dinuka Karunaratre dan Rane Saili (India) di tunggal putri.
 Dalam final yang dilaksanakan 24 Februari di MTN Arena, Lugogo, Dinuka, tersebut Dinuka menghentikan ambisi pebulu tangkis India Dey Subhankar 21-16, 21-17. Pertandingan ini berlangsung selama 34 menit. Menariknya, Dinuka merupakan saudara Nikula, yang juara di turnamen yang sama tahun lalu. 
 ‘’ Ini kemenangan yang sangat menyenangkan karena bisa membawa pulang juara di Sri Lanka setelah tahun lalu saudara saya yang melakukannya,’’ jelas Dinuka setelah pertandingan seperti dikutip media Tiongkok.
  Dia mengakui suka dengan Uganda Internasional karena pertandingannya begitu kompetitif. Apalagi, dalam laga pemungkas, dia mampu menundukkan wakil India.
  Untuk lolos ke final, Subhankar menundukkan wakil Italia Daniel Messersi sedangkan Karunaratre menjinkkan wakil Italia lainnya Giovanni Greco.
 Untuk tunggal putri, Saili memupus asa wakil Mesir Hosny Hadia 21-12, 21-12. Meski kalah, Hadia, yang merupakan pebulu tangkis Afrika terbaik kedua, tetap senang karena bisa lolos ke final dan memperoleh poin. (*)

Pelatnas Cipayung Boyongan Sementara

PELATNAS PBSI untuk sementara tak lagi berada di Cipayung. Para pelatih dan pebulu tangkis terbaik Indonesia tersebut akan bedol desa dari kawah candradimuka bulu tangkis Indonesia tersebut.
 Hanya, itu dilakukan untuk sementara. Ini dikarenakan mereka akan ikut ambil bagian dalam Axiata Cup 2013 yang dilaksanakan di Surabaya mulai 21 Maret mendatang. Setelah tampil pada babak penyisihan, Sony Dwi Kuncoro dkk memilih bertahan di Surabaya.
 ‘’Karena penyisihan di Surabaya selesai pada 24 Maret dan 29 Maret tampil lagi di Surabaya, jadi pelatnasnya dilaksanakan di Surabaya,’’ kata Ketua Axiata Cup 2013 Yacob Rusdianto.
 Alasannya, tambah dia, para pebulu tangkis terbaik Indonesia tersebut tak perlu bolak-balik Surabaya-Jakarta. Ini akan membuat stamina para pebulu tangkis nasional tetap fit.
 Pada Axiata Cup 2013 nanti akan diikuti para pebulu tangkis terbaik dunia. Selain dari Asia Tenggara, seperti Axiata Cup 2012, ada juga pebulu tangkis Asia dan Eropa. Mereka akan bergabung dalam Asia Selection dan Eropa Selection. Hanya, nama-nama yang akan bergabung masih belum diputuskan oleh panitia.
 Indonesia akan berada satu grup dengan Eropa Selection, Thailand, dan Filipina. Pertandingan dilaksanakan di DBL Arena Surabaya. Sementara, di grup lainnya yang dilaksanakan di Kuala Lumpur Malaysia akan dihuni tuan rumah, Asia Selection, Singapura, dan Vietnam. Kejuaraan yang hanya mempertandingkan empat nomor yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran. Turnamen yang tahun lalu dimenangkan Indonesia Garuda tersebut menyediakan hadiah total USD 1 juta. (*)

Christopher/Trikusuma Susun Strategi

ASA pasangan Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana berlaga di Jerman Grand Prix Gold 2013 kandas. Itu setelah namanya tak terdaftar dalam event yang dilaksanakan di Mülheim an der Ruhr mulai 26 Februari-3 Maret tersebut.
 ‘’Tak ada pasangan yang mundur sehingga Christopher/Trikusuma langsung kembali ke Indonesia dari Eropa,’’ kata Yacob Rusdianto, ayah Christopher.
 Padahal, setelah berlaga di Austria Challenge 2013, pasangan tersebut tak langsung balik ke tanah air. Mereka, tambah Yacob, menunggu di Wina selama beberapa hari.
 ‘’Tapi ternyata, ya itu. Tak ada pasangan yang mundur,’’ lanjut lelaki yang pernah duduk sebagai sekjen PBSI tersebut.
 Setelah balik ke tanah air, kini pasangan Christopher/Trikusuma akan menyusun program turnamen-turnamen yang akan diikuti. Tujuannya, agar poin yang dikumpulkan keduanya terus bertambah.
 Ya, pasangan asal PB Suryanaga, Surabaya, tersebut memang baru kali pertama dipasangakan. Di antara keduanya, Christopher punya poin yang banyak karena berada di posisi 50 besar. Hanya, poin tersebut dikumpulkannya saat bertandem dengan Andrei Adistia saat membela pelatnas. Hanya,  karena berpisah, poin yang dikumpulkan pun harus dibagi dua.
  Dalam Austria Challenge, Christopher/Trikusuma sukses menembus perempat final. Sayang, mereka gagal lolos semifinal setelah dijegal pasangan Jepang yang menempati unggulan kelima Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 11-21, 16-21. (*) 

Pesta Jepang di Wina

JUARA: Kento Momota saat di final (foto: austria badminton)

KEKUATAN Jepang semakin menakutkan. Bukan hanya di level super series ataupun grand prix, di kelas challenge pun, Negeri Matahari Terbit, julukan Jepang, punya pebulu tangkis andalan.
 Itu terbukti pada Austria Challenge 2013 yang berakhir 23 Februari lalu. Dari lima gelar yang diperebutkan, Jepang mampu membawa pulang empat gelar. Satu-satunya  posisi terhormat yang lepas ada di sektor ganda campuran.
 Di nomor ini, gelar jatuh ke tangan pasangan Hongkong Chan Yun Lung/Tse Ying Suet yang mengalahkan kompatriot (rekan satu negara) Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah dalam pertandingan rubber game  15-21, 21-16, 21-16 dalam final yang dilaksanakan di Wina tersebut.
 Menariknya, dari empat gelar yang dimenangkan pebulu tangkis Jepang, tiga di antaranya harus menghadapi rekannya sendiri. Hanya di tunggal putri, wakil negara yang beribukota Tokyo tersebut, Yui Hashimoto, yang menjajal unggulan pertama asal Bulgaria Petya Nedelcheva. Yui mampu menang  mudah dua game langsung 21-11, 21-13. Kekalahan ini juga membuat Eropa gagal mencuri gelar di kandangnya sendiri. 
 Indonesia sendiri juga tak berhasil meloloskan wakilnya di posisi terhormat. Dua wakil yang berlaga dalam turnamen berhadiah total USD 15 ribu tersebut sudah terjegal sebelum semifinal.
 Di tunggal putra, Andre Kurniawan Tedjono, yang diunggulkan di posisi ketiga, harus mengakui ketangguhan pebulu tangkis nomor satu Rep Ceko Petr Koukal dua game langsung 14-21, 17-21 di babak ketiga. Sedang di ganda putra, pasangan anyar Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana menyerah kepada pasangan Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 11-21, 16-21. (*)


Hasil Final Austria Challenge

Tunggal Putra: Kento Momota (Jepang x7) v  Riichi Takeshita (Jepang) 21-19, 21-12

Tunggal Putri: Yui Hashimoto (Jepang) v Petya Nedelcheva (Bulgaria x1) 21-11, 21-13

Ganda Putra: Hiroyuki Saeki/Ryota Taohata (Jepang) v 
Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) 21-18, 15-21, 21-18
Ganda Putri: Aratasama Misato/Megumi Taruno (Jepang) v Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean (Malaysia x1) 21-14, 22-20

Ganda Campuran: Chan Yun Lung/Tse Ying Suet (Hongkong x6) v Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hongkong x5) 15-21, 21-16, 21-16

x=unggulan

Mimpi Cong Wei sebelum Pensiun

BANYAKNYA pebulu tangkis muda Tiongkok membuat Lee Chong Wei waswas. Dia pun berharap Malaysia, negara asalnya, juga segera mempunyai pelapisnya yang kualitasnya tak jauh beda.
 Untuk itu, dia menggagas kejuaraan Lee Chong Wei Cup. Event ini diperuntukkan bagi pebulu tangkis muda usia. Tujuannya, agar ada bintang yang lahir.
  Chong Wei, yang kini berusia 30 tahun, menegaskan bahwa kejuaraan tersebut bakal berskala nasional. Sehingga bisa diikuti oleh semua pebulu tangkis muda di seantero negeri jiran.
 ‘’Saya bermimpi bisa melahirkan pebulu tangkis yang hebat sebelum pensiun nanti. Lee Chong Wei Cup akan bekerja sama dengan federasi bulu tangkis Malaysia (BAM),’’ kata Chong Wei seperti dikutip media Malaysia. 
  Hanya, dia belum bisa merealisasikan mimpinya tersebut dalam waktu dekat. Alasannya, tahun ini, agenda yang diikutinya sangat padat. Pada Mei mendatang, dia harus membela negaranya di ajang Piala Sudirman, kejuaraan bulu tangkis beregu campuran. Setelah itu, pada Agustus, Chong Wei akan berlaga dalam Kejuaraan Dunia di Tiongkok.
 ‘’Jadi, akhir tahun ini atau awal tahun depan bisa menjadi momen yang pas. Saya berharap Lee Chong Wei Cup bisa dilaksanakan setiap tahun,’’ terang dua kali finalis olimpiade tersebut.
 Chong Wei pun mengakui pelapisnya sekarang belum ada yang setara. Kemampuan mereka masih jaug dari apa yang dimilikinya.
 Dia membandingkan dengan Tiongkok yang kini memiliki enam pebulu tangkis level atas. Bahkan, lima dari enam pebulu tangkis tersebut yakni Chen Long, Chen Jin, Du Pengyu, Wang Zhengming, dan Gao Huan – bakal menjadi musuhnya dalam All England yang dilaksanakan di Birmingham, Inggris, pada 5-10 Maret mendatang. Satu-satunya absen adalah Lin Dan. Juara bertahan All England tersebut ingin istirahat sejenak dari hingar bingar bulu tangkis dunia. (*)

Lumayan buat Pasangan Debutan

BELA SURYANAGA: Pasangan Christopher/Trikusuma

PASANGAN Christopher Rusdianto/Trikusuma Wardhana gagal bersinar terang di Austria Challenge .Langkah keduanya terhenti di babak perempat final kejuaraan yang menyediakan hadiah USD 15 ribu ribu tersebut.
 Christopher/Trikusuma dipaksa harus mengakui ketangguhan pasangan Jepang  yang diunggulkan di posisi kelima Taksehi Kamura/Keigo Sonoda 11-21, 16-21. Kekalahan ini sebenarnya sudah diperkirakan.
 Alasannya, Christopher/Trikusuma baru kali pertama dipasangankan di level internasional.Imbasnya, poin pasangan ini pun rendah. 
 Sebelumnya, Christopher pernah dipasangan dengan Andrei Adistia. Sayang, keduanya dipaksa harus angkat koper dari pelatnas dan membuat keduanya pun harus berpisah. Padahal, saat berpisah, peringkat keduanya tidak mengecewakan karena mampu menembus pasangan 50 besar dunia.
 Sebelumnya, pasangan asal klub Suryanaga itu sudah memaksa pulangan unggulan keempat asal Kanada Adrian Liu/Derrick Ng dua game langsung 21-19, 21-19. Kemenangan ini dan mampu menembus perempat final bakal menambah koleksi poin.
 Sayang, di awak keberangkatan ke Eropa ini, poin Christopher/Trikusuma yang rendah membuat mereka gagal berlaga di Jerman Grand Prux Gold. Di Austria Challenge, selain pasangan Jatim itu Indonesia sebenarnya mempunyai wakil di nomor tunggal putra Andreas Kurniawan Tedjono.
 Sayang, pebulu tangkis binaan Djarum itu harus mengakui ketangguhan Petr Koukal dari Rep Ceko 14-21, 17-21. Bagi Andre, kekalahan ini tentu mengecewakan karena dia menempati unggulan ketiga. (*)

Hanya Alan-Susi yang Bisa

PASANGAN EMAS: Alan dan Susi (foto: sidiq)

LIN DAN sudah menikahi pacarnya Xie Xingfang. Keduanya dikenal sebagai pebulu tangkis tunggal yang kuat.
 Kedua pebulu tangkis Tiongkok itu sukses menjadi juara. Dunia. Bahkan Lin dan Xie Xingfang mampu mengawinkannya pada 2006 saat kejuaraan dilaksanakan di Madrid, Spanyol. Pasangan yang sudah berpacaran selama tujuh tahun itu pun akhirnya menikah pada 13 Desember 2010. begitu juga dengan Piala Thomas dan Uber. Keduanya mampu membawa negerinya menjuarai event beregu tersebut, begitu juga dengan di Piala Sudirman.
 Sayang, keduanya gagal mengawinkan emas Olimpiade. Okelah, Lin Dan sudah dua kali menjadi juara olimpiade yakni di Beijing 2008 dan London 2012. Xie Xingfang nyaris mengikuti jejak sang kekasih hati.
 Sayang, pada Olimpiade 2008 yang dilaksanakan di kandang sendiri, secara mengejutkan Xie Xingfang yang diunggulkan di posisi teratas ditumbangkan rekan senegaranya Zhang Ning 12-21, 21-10, 18-21.
 Lee Chong demikian juga. Pebulu tangkis Malaysia ini menikahi jagoan tunggal putri negeri jiran Wong Mew Choo. Meski dianggap tunggal putra terbaik saat ini, Chong Wei belum pernah merasakan manisnya dikalungi emas olimpiade. Dua kali lolos ke final, dua kali pula dia ditaklukan Lin Dan. Untuk istrinya yang dinikahinya 9 November 2012, Mew Choo, bahkan tak pernah merasakan manisnya lolos final event olahraga empat tahunan tersebut.
 Lalu siapa yang bisa? Jawabnya hanya satu, pasangan Alan Budikusuma dan Susi Susanti. Pasangan hidup asal Indonesia tersebut melakukannya pada Olimpiade Barcelona 1992. Saat itu, Susi memang diunggulkan untuk juara. Beda dengan Alan. Untung, keduanya mampu menjadi juara dengan mengalahkan lawan-lawannya di babak pemungkas.
 Alan menghentikan perlawanan sesama pebulu tangkis Indonesia Ardy B. Wiranata sedangan Susi memupus asa   rival beratnya asal Korea Selatan Bang Soo-hyun 5-11, 11-5, 11-3.
 Alan dan Susi saat ini tetap konsentrasi di  bulu tangkis. Bahkan, keduanya mampu appareal dengan nama Astec (Alan-Susi Technolgy). Di pasaran, raket ataupun atas Astec juga diminati pebulu tangkis Indonesia. Kini, Astec juga lagi mengembangkan sayap bisnis ke berbagai negara-negara di Asia Tenggara. (*)

Jalan Emas
Alan Budikusuma
Babak I: Anders Nielsen (Inggris) 15-18, 15-21, 18-16
Babak II: Sompol Kukasekij (Thailand)  15-11, 15-2
Babak III: Andrey Antropov (IOC) 15-4, 15-7
Perempat Final: Kim Hak-kyun (Korsel) 15-9, 15-4
Semifinal: Stuer-Lauridsen (Denmark) 18-14, 15-8
Final: Ardy Wiranata (Indonesia) 15-12, 18-13

Susi Susanti
Babak I: Bye
Babak II: Harumi Kohara (Jepang) 11-2, 11-2
Babak III: Wong Chung Fan (Hongkong) 11-4, 11-2
Perempat final: Somharuthai Joroensiri (Thailand) 11-6, 11-1
Semifinal: Huang Hua (Tiongkok) 11-4, 11-1
Final: Bang Soo-hyun (Korsel) 5-11, 11-5, 11-3

Sony-Simon Ikuti India Badminton League

HADIR: Simon Santoso (foto: yonex)
 
INDIA Badminton League (IBL) 2013 punya daya tarik tinggi. Para pebulu tangkis papan atas dunia siap ambil bagian dalam event yang diselenggarakan 24 Juni-11 Juli tersebut.
 Total hadiah yang disediakan memang diakui sebagai daya pikat. Berapa? USD 1 juta atau hampir Rp 10 miliar. Ini sama dengan hadiah  Axiata Cup 2013 yang dilaksanakan di Surabaya dan Kuala Lumpur pada Maret 2013.
 Bedanya, kalau Axiata membela bendera negara ataupun benua, IBL membawa nama negara bagian. Beberapa pebulu tangkis yang sudah menyatakan siap ambil bagian adalah Tine Baun dari Denmark di sektor tunggal putri. Ada juga Juliane Schenk, pebulu tangkis hawa Eropa yang peringkat  paling tinggi.
dan pebulu tangkis tunggal putra terbaik Indonesia saat ini Sony Dwi Kuncoro juga akan ikut ambian. Begitu juga dengan Simon Santoso yang saat ini duduk di posisi ke-10 BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia). Pasangan finalis ganda putra Olimpiade London 2012 dari Denmark Mathias Boe/Cartsen Mogensen juga telah memberikan kabar bakal hadir. ‘’Saya mengakui konsep dari federasi bulu tangkis ini sangat bagus. Ini akan membuat bulu tangkis akan semakin berkembang,’’ kata Sony seperti dikutip situs India.
 Peraih perungu Olimpiade Athena 2004 itu menegaskan, IBL juga akan menambah pengalaman bertanding para pebulu tangkis. Selain itu, para fans juga akan mendapat tontonan yang menghibur.
 Hal yang sama juga diungkapkan oleh Schenk. Dia juga ingin agar IBL bisa bisa membantu perkembangan bulu tangkis.
 Sebelumnya, Indonesia juga telah menggelar Superliga Badminton Indonesia (SBI) 2013. Hanya, dari event yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya, tersebut tak dikhususkan untuk klub Indonesia. Ada beberapa tim mancanegara ikut seperti dari Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.
 Juara di SBI jatuh ke Jaya Raya di kelompok putri serta Musica Champion untuk kelompok putra. Di Tiongkok juga menggelar pertandingan yang diikuti pebulu tangkis asing, begitu juga dengan Jepang.  Hanya, IBL termasuk event yang menyediakan hadiah paling besar. (*)

Paul-Erik Mulai Kampanye


SERIUS: Paul-Erik Hoyer


PAUL-Erik Hoyer tak main-main maju sebagai Presiden BWF. Lelaki asal Denmark tersebut resmi mengumumkan pencalonan dirinya sebagai orang nomor satu di federasi bulu tangkis dunia tersebut.
 Dia mengatakan dengan kerendahan hati dia siap memimpin BWF. Dengan tidak lupa tetap memberikan rasa hormat kepada Presiden BWF saat ini Dr. Kang Young Joong dab stafnya.
 Bahkan, Paul berjanji jika terpilih, dia tak akan memindahkan kantor BWF yang saat ini berada di Kuala Lumpur. Bagi peraih emas Olimpiade Atlanta 1996, ibu kota Malaysia tersebut dianggap sebagai jantung Asia yang sangat efektif untuk menggelar pertemuan serta mempuyai fans bulu tangkis yang tinggi.
 ‘’Selain itu, dengan latar belakang saya sebagai pebulu tangkis, saya tak akan melupakan pebulu tangkis. Keputusan yang diambil nanti tetap akan mempertimbangkan mereka,’’ lanjut lelaki yang juga menyandang status BEC (Federasi Bulu Tangkis Eropa) tersebut seperti yang dikirimkan melalui pesan elekronik kepada penulis. .
  Paul juga akan berusaha terus mengembangkan olahraga tepok bulu di seluruh dunia.  Tentunya, dia akan bekerja sama dengan federasi bulu tangkis di setiap benua.
 Yang tak kalah pentingnya, lanjut dia, memperjuangkan agar bulu tangkis tetap dipertandingan di olimpiade. Pemilihan presiden BWF akan dilaksanakan di Malaysia di sela-sela penyelenggaraan Piala Sudirman pada Mei mendatang. Rival Paul berasal dari Asia. Hanya, dua calon dari Asia telah memproklamirkan diri untuk maju. Mereka adalah Nadzmi Mohd Salleh asal Malaysia dan Justian Suhandinata dari Indonesia. (*)

Semalam bersama Para Bintang Edisi II

SAAT AKTIF: Wong Choong Han (foto: badmintonfreak)

PENSIUN bukan berarti akan meninggalkan lapangan bulu tangkis untuk selamanya. Buktinya, beberapa mantan pengayuh raket papan atas dunia akan unjuk kebolehan dalam acara One Nights With Stars (Semalam bersama Para Bintang) Edisi 2 yang dilaksanakan di Jenewa, Swiss, pada 27 April mendatang.
Dari email yang diterima penulis,para mantan pebulu tangkis yang akan ikut ambil bagian antara lain Peter Gade, Nathan Robertson, Pi Hongyan, Wong Choong Hann, serta ada juga Poul-Erik Hoyer Larsen. Sehari setelah itu, paginya, mereka akan menularkan ilmunya kepada para pelatih.
 Semalam bersama Para Bintang edisi II dilaksanakan setelah sukses pada edisi perdana yang dilaksanakan pada Maret 2011. Hasil keuntungan akan diberikan kepada Solibad dengan programnya Badminton without Borders (Bulu Tangkis tanpa Batas) yang fokus perhatiannya kepada seluruh anak di muka bumi ini.  
Khusus untuk Peter Gede, penampilannya di Jenewa juga akan menjadi penampilan perdana setelah pensiun.  Kali terakhir, pebulu tangkis Denmark itu aktif di pertandingan resmi menghadapi musuh bebuyutannya, Lin Dan, asal Tiongkok di Kopenhagen, Denmark. 
Pada edisi perdana, Peter juga tampil menghibur dan saat itu dia berjanji akan kembali. ‘’Menjadi sebuah kebanggaan kembali ke event yang sama meski saya sudah resmi pensiun,’’ ucap lelaki yang juga menjadi Duta Besar Solibad itu.
 Hal yang sama juga diungkapkan Wong Choong Hann. Mantan pebulu tangkis peringkat satu dunia asal Malaysia tersebut merasa tersanjung bisa menyumbangkan tenaga dan pikirannya dalam kegiatan Semalam bersama Para Bintang nanti. 
Yang spesial tentu saja kehadiran Poul-Erik Hoyer Larsen.  Peraih emas Olimpiade Atlanta 1996 tersebut masih menyempatkan waktunya untuk unjuk kebolehan di tengah-tengah kesibukannya menjadi presiden Asosiasi Bulu Tangkis Eropa (BEC) dan mencalonkan diri diri sebagai presiden BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).
Pi Hongyan bergabung dengan status pebulu tangkis terbaik Prancis di tunggal putri sepanjang masa yang tampil tiga kali di ajang olimpiade. Ada pebulu tangkis Italia terbaik Agnese Allegrini,  bintang muda Prancis, Matthieu Lo Ying Ping, dan pebulu tangkis terbaik Rep Ceko saat ini Petr Koukal.
Mereka akan berkumpul dengan 15 pebulu tangkis Swiss serta para pelatih yang juga memperoleh ilmu dari Fabrice Vallet. (*)