WHAT’S HOT NOW

ads header

News

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Sosok

Kabar Dari Manca

Sambang Klub

Chong Wei Ingin Balas di Rio 2016

BANGKIT: Lee Chong Wei saat ditandu (foto: thestar)
LEE Chong Wei gagal menjadi juara dunia. Pebulu tangkis Malaysia tersebut harus mengakui ketangguhan Lin Dan asal Tiongkok 21-16, 13-21, 17-20 dalam pertandingan final Kejuaraan Dunia 2013 yang dilaksanakan di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou, Tiongkok, pada Minggu waktu setempat (11/8).
 Game ketiga tidak dilanjutkan karena Chong Wei mengalami cedera. Kemenangan ini membuat Super Dan, julukan Lin Dan, mengoleksi lima gelar juara dunia. 
 Namun, itu tak membuat sambutan kepada Chong Wei surut. Saat mendarat di Kuala Lumpur International Airport pada pukul 18.35 waktu setempat, beberapa orang langsung menyambutnya. Salah satunya adalah mantan Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) Datuk Sri Nadzmi Salleh.
Chong Wei pun sempat terkejut ketika ada sang istri, Wong Mew Choo, dan sang buah hati, Kingston, ada di bandara.
Meski kecewa karena gagal menjadi juara dunia, Chong Wei menegaskan dirinya bakal kembali. Sasaran utamanya, emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
‘’Sekarang, saya hanya butuh istirahat yang banyak. Saya akan menghabiskan waktu bersama keluarga,’’ tegas Chong Wei. Hanya,  besar kemungkinan, langkah itu baru dilakukan setelah dia berlaga di Indian Badminton League (IBL) yang dimulai 14 Agustus 2013. 
 Kekalahan atas Lin Dan ini membuat dia hanya menang sembilan kali dari 31 kali pertemuan. (*)
Kalah dari Lin Dan di Moment Berharga (4 Event Terakhir)
1.Kejuaraan Dunia 2013: 21-16, 13-21, 17-20
2. Final Olimpiade 2012: 21-15, 10-21, 19-21
3. All England 2012: 19-21, 2-6 (ret)
4. Kejuaraan Dunia 2011: 22-20, 14-21, 21-23

Berterimakasihlah kepada BWF

YES: Lin Dan usai juara dunia 2013 (foto: thestar)
TIONGKOK layak berterimakasih kepada BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia). Karena memberikan fasilitas wild card, Negeri Panda, julukan Tiongkok, terselamatkan mukanya pada Kejuaraan Dunia 2013.
 Nomor tunggal putra yang selama ini menjadi milik mereka tak jadi lepas ke negara lain. Itu setelah andalan Tiongkok Lin Dan mampu mengalahkan Lee Chong Wei dari Malaysia dengan rubber game 16-21, 21-13, 20-17. game ketiga tak dilanjutkan karena Chong Wei mengalami cedera.
 Memang, melihat peringkat sebagai dasar lolos ke Kejuaraan Dunia, seharusnya Super Dan, julukan Lin Dan, tak bisa tampil dalam Kejuaraan Dunia 2013. peringkatnya jauh di bawah , 40. Padahal, di atas pebulu tangkis berusia 30 tahun tersebut terdapat beberapa pebulu tangkis yang layak tampil.
 Imbasnya, Tiongkok pun mengorbankan beberapa tukang tepok bulunya agar suami Xie Xingfang tersebut bisa unjuk kekuatan. Meski, caranya dengan memperoleh wild card.
 Ya, peringkat Lin Dan jauh melorot setelah absen mengikuti semua turnamen setelah sukses mempertahankan emas olimpiada di London pada Agustus 2012. Dia sempat muncul dalam Kejuaraan Asia 2013 di Taipeh, Taiwan, pada April. Sayang, dia pilih mundur pada babak perempat final dengan alasan cedera.
  Namun, setelah itu, dia terus digenjot dengan latihan ekstrakeras. Demi gelar juara dunia kelimanya, Lin Dan memilih absen dalam Indonesia Super Series Premier 2013 dan Singapura Super Series 2013. Alasannya, kondisinya belum 100 persen dan hanya konsentrasi ke Kejuaraan Dunia.
 Perjuangannya pun membuahkan hasil. Hanya, kemenangan ini sedikit kurang sempurna. Chong Wei mengalami cedera pada game ketiga.(*)

Rak Lin Dan Penuh Trofi Juara 
Juara Dunia Perorangan: 5 (2006, 2007, 2009, 2010, 2011, 21013)
Juara Piala Thomas: 5 (2004, 2006, 2008, 2010, 2012)
Olimpiade: 2 (2008, 2012)
Piala Sudirman: 4 (2005, 2007, 2009, 2011)
Asian Games: 3 (2006, 2008—tim), 2008 (perorangan)
Juara Asia Perorangan: 2 (2010, 2011)

Akhiri Paceklik Gelar Enam Tahun

Add caption
DUA kali Indonesia Raya berkumandang di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou, Tiongkok. Ini setelah dua wakil merah putih mampu menjadi juara di nomor ganda putra dan ganda campuran Kejuaraan Dunia 2013.
 Dalam final yang dilaksanakan pada Minggu waktu setempat (11/8), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mampu mengalahkan pasangan Mathias Boe/Carsten Mogensen dari Denmark dengan dua game langsung 21-13, 23-21 dan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjungkalkan unggulan pertama sekaligus rival beratnya, v Xu Chen/Ma Jin, dengan rubber game 21-13, 16-21, 22-20.
 Hasil mengulangi sukses yang diraih pada 2007. Saat itu, Indonesia juga meraih dua gelar dari ganda putra dan ganda campuran. Menariknya, dua pebulu tangkis, Hendra dan Liliyana, ikut andil dalam sukses enam tahun lalu tersebut. Saat itu, Hendra juga juara di ganda putra berpasangan dengan Markis Kido. Sementara Liliyana berpasangan dengan Nova Widianto.
 Sayang, setelah 2007, Indonesia gagal total. Tak satupun posisi terhormat jatuh ke pebulu tangkis merah putih.
Bahkan, pada edisi 2010 dan 2011, gelar juara disapu bersih Tiongkok. Pada tahun ini,Negeri Panda hanya kebagian dua gelar dari ganda putri dan tunggal putra. Ini tentu hasil yang mengecewakan karena mereka menyandang status tuan rumah.


Hasil Final Kejuaraan Dunia 2013

Tunggal Putra:

Tunggal Putri: Ratchanok Inthanon (Thailand x4) v Li Xuerui (Tiongkok x1) 22-20, 18-21, 21-14

Ganda Putra: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Indonesia x6) v Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark x3) 21-13, 23-21

Ganda Putri: Wang Xiaoli/Yu Yang (Tiongkok x1) v Eom Hye-won/Jang Ye-na (Korsel) 21-14, 18-21, 21-8

Ganda Campuran: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia x3) v Xu Chen/Ma Jin (Tiongkok x1) 21-13, 16-21, 22-20

Ratchanok Juara Dunia Termuda

TROFI: Ratchanok (kanan) dan Li Xuerui (foto: bangkokpost)
SEJARAH baru di pentas dunia. Juara dunia tunggal putri tidak hanya berasal dari Tiongkok, Indonesia, dan Denmark.
 Wakil sebuah negara yang bernama, Thailand, pun mampu menciptakannya. Itu setelah Ratchanok Inthanon mampu mengalahkan unggulan pertama tunggal putri asal Tiongkok Li Xuerui dengan rubber game 22-20, 18-21, 21-4 dalam pertandingan final yang memakan waktu 1 jam 5 menit di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou, Tiongkok, pada Minggu  waktu setempat (11/8). Selama sejarah Kejuaraan Dunia yang dilaksanakan sejak 1977, tak pernah ada  pebulu tangkis di luar Tiongkok, Indonesia, dan Denmark yang mampu menjadi juara di nomor tunggal putri.
 Selain itu, Ratchanok mampu mengawinkan gelar juara junior dan senior. Juara junior mampu digapainya tiga tahun beruntun yakni pada 2009, 2010, dan 2011.
 Padahal, kalau melihat  latar belakang dia memulai karir sungguh ironis. Awalnya, dia berlatih di sebuah pabrik di daerah asalnya, Nakhon Pathom. Sang pemilik pabrik pun sempat waswas kalau dia terbakar karena latihannya di dekat pemasakan air dan gula panas. 
 Latihan kerasnya pun membuahkan hasil. Pada usia 14 tahun, dia mampu menjadi juara dunia junior. Ratchanok menjadi juara dunia junior termuda dan itu kembali diulanginya padapada tahun ini di level senior .
 Menariknya, dia menggunakan uang hadiahnya untuk membantu sang ayah dan kakak yang terjun di bisnis makanan.

Negara Pemegang Koleksi Juara Tunggal Putri:
Tiongkok: 11
Denmark: 2
Indonesia: 2
Thailand: 1

Ratchanok, Ayo Kamu Bisa


Ratchanok Intanon 

MEMBICARAKAN duel klasik di nomor tunggal putra seakan tiada habis-habisnya. Memang harus diakui, Lee Chong Wei asal Malaysia dan Lin Dan dari Tiongkok susah untuk dibendung.
 Wajar kalau keduanya kembali bertemu pada final Kejuaraan Dunia 2013 yang dilaksanakan di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou, Tiongkok, pada Minggu (11/8).  Meski tak diunggulkan, Lin Dan tetap punya kans juara besar.
 Namun, lain halnya dengan di nomor tunggal putri bisa lain cerita. Li Xuerui memang layak lolos ke laga pemungkas karena menduduki unggulan teratas.
 Lawan yang dihadapinya di final nanti merupakan wakil dari Asia Tenggara. Malaysia? Jelas bukan karena negeri jiran tak punya tunggal putri  jempolan. Indonesia? Lupakan saja karena ketangguhan tunggal putri Indonesia hanya menjadi bagian sejarah bukan sekarang.
 Lalu dari mana? Thailand melalui Ratchanok Inthanon. Memang harus diakui, dia merupakan tunggal putri terkuat di Asia Tenggara sekarang.
 Bahkan, di level dunia, dia pun sudah masuk papan atas. Gadis berusia 18 tahun ini lolos ke final setelah menundukkan pebulu tangkis yang sama-sama masih muda usia P.V Sindhu dari India dengan dua game langsung 21-10, 21-13.
 Ini membuat Ratchanok membuat sejarah dengan menjadi tunggal putri Thailand pertama yang lolos ke final. Sebelumnya, dia juga melakukan hal yang sama di All England 2013. Sayang, di final, Ratchanok harus mengakui ketangguhan Tine Baun.
 Jika jadi juara, ini akan menjadi catatan hebat baginya.Dia akan menggabungkan juara junior dan senior. Bahkan, posisi terhormat di level junior digapainya tiga kali pada 2009, 2010, dan 2011.
 ‘’Saya ingin membikin sejarah bagi Thailand,’’ tegas Ratchanok kepada media lokal Thailand. (*)
MEMBICARAKAN duel klasik di nomor tunggal putra seakan tiada habis-habisnya. Memang harus diakui, Lee Chong Wei asal Malaysia dan Lin Dan dari Tiongkok susah untuk dibendung.
 Wajar kalau keduanya kembali bertemu pada final Kejuaraan Dunia 2013 yang dilaksanakan di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou, Tiongkok, pada Minggu (11/8).  Meski tak diunggulkan, Lin Dan tetap punya kans juara besar.
 Namun, lain halnya dengan di nomor tunggal putri bisa lain cerita. Li Xuerui memang layak lolos ke laga pemungkas karena menduduki unggulan teratas.
 Lawan yang dihadapinya di final nanti merupakan wakil dari Asia Tenggara. Malaysia? Jelas bukan karena negeri jiran tak punya tunggal putri  jempolan. Indonesia? Lupakan saja karena ketangguhan tunggal putri Indonesia hanya menjadi bagian sejarah bukan sekarang.
 Lalu dari mana? Thailand melalui Ratchanok Inthanon. Memang harus diakui, dia merupakan tunggal putri terkuat di Asia Tenggara sekarang.
 Bahkan, di level dunia, dia pun sudah masuk papan atas. Gadis berusia 18 tahun ini lolos ke final setelah menundukkan pebulu tangkis yang sama-sama masih muda usia P.V Sindhu dari India dengan dua game langsung 21-10, 21-13.
 Ini membuat Ratchanok membuat sejarah dengan menjadi tunggal putri Thailand pertama yang lolos ke final. Sebelumnya, dia juga melakukan hal yang sama di All England 2013. Sayang, di final, Ratchanok harus mengakui ketangguhan Tine Baun.
 Jika jadi juara, ini akan menjadi catatan hebat baginya.Dia akan menggabungkan juara junior dan senior. Bahkan, posisi terhormat di level junior digapainya tiga kali pada 2009, 2010, dan 2011.
 ‘’Saya ingin membikin sejarah bagi Thailand,’’ tegas Ratchanok kepada media lokal Thailand. (*)


Hasil Semifinal Kejuaraan Dunia 2013 (11/8)
Tunggal Putra: Lin Dan (Tiongkok) v Nguyen Tien Minh (Vietnam x7) 21-17, 21-15; Lee Chong Wei (Malaysia x1) v  Du Pengyu (Tiongkok x3) 20-22, 21-12, 21-15  

Tunggal Putri: Li Xuerui (Tiongkok x1) v  Bae Yeon-ju (Korsel x3) 21-5,21-11; Ratchanok Intanon (Thailand x4) v P.V. Sindhu (India x10) 21-10, 21-13

Ganda Putra: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Indonesia x6) v Cai Yun/Fu Haifeng (Tiongkok x8) 21-19, 21-17; Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark x3) v Kim Ki-jung/Kim Sa-rang (Korsel x5) 21-23, 21-18, 21-18

Ganda Putri: Eom Hye-won/Jang Ye-na (Korsel x8) v Tian Qing/Zhao Yunlei (Tiongkok x5) 21-16, 21-19; Wang Xiaoli/Yu Yang (Tiongkok x1) v Christina Pedersen/Kamilla RytterJuhl (Denmark x4) 21-14, 14-21, 21-15

Ganda Campuran:Xu Chen/Ma Jin (Tiongkok x1) v Shin Baek-choel/Eom Hye-won (Korsel) 21-15, 21-17;Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia x3) v Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok x2) 15-21, 21-18, 21-13



Meretas Jalan Memori Manis 2007

SELEBRASI: Tontowi/Liliyana (foto: pbsi)

DAHAGA gelar selama enam tahun Indonesia di Kejuaraan Dunia bakal berakhir. Bahkan, tak menutup kemungkinan, wakil merah putih mengulangi sukses 2007.
 Saat itu, dalam event yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, Indonesia mampu meraih dua gelar dari nomor ganda putra dan ganda campuran. Posisi terhormat dari ganda putra disumbangkan Markis Kido/Hendra Setiawan. Sementara, pasangan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir naik di podium terhormat.
 Dalam pertandingan final, Kido/Hendra menghentikan perlawanan Jung Jae-sung/Lee Yong-dae dua game langsung 21-19, 21-19. Untuk Nova/Liliyana, keduanya melibas pasangan Tiongkok Zheng Bo/Gao Ling juga dengan dua game langsung 21-16, 21-14.
 Kini, Indonesia pun meloloskan pasangan ganda putra dan ganda campuran. Menariknya Hendra dan Liliyana kembali tampil di partai  puncak.
 Hanya, kini keduanya sudah punya pasangan baru. Hendra berkolaborasi dengan Mohammad Ahsan dan Liliyana bersama Tontowi Ahmad. Pasangan lama Hendra, Markis Kido dalam Kejuaraan Dunia 2013 berpartner dengan Alvent Yulianto. Pasangan Liliyana yang lama, Nova Widianto, sudah pensiun dan hadir di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou, venue Kejuaraan Dunia 2013, dengan status pelatih.
 Hendra/Ahsan lolos ke partai puncak setelah mempermalukan juara Olimpiade 2012 sekaligus andalan tuan rumah Cai Yun/Fu Haifeng dengan dua game langsung 21-19, 21-17. Ini merupakan kemenangan ketiga beruntun (hat-trick) Hendra/Ahsan atas pasangan Tiongkok tersebut.
 Dalam pertandingan final,Hendra/Ahsan, yang diunggulkan di posisi keenam, akan menjajal pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen yang sebelumnya memaksa pulang Kim Ki-jung/KimSa-rang (Korsel) 21-23,21-18, 21-18.
 Ini merupakan pertemuan keduanya. Pada pertemuan perdana di Prancis Super Series, Hendra/Ahsan menang 21-16, 21-15.
 Sedangkan Tontowi/Liliyana menang atas unggulan kedua Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok) 15-21, 21-18, 21-13.  Mereka akan menantang unggulan teratas Xu Chen/Ma Jin (Tiongkok) yang menang Shin Beak-choel/Eom  Hye-won (Korsel) 21-15, 21-17. Ini merupakan pertemuan kesepuluh bagi kedua pasangan tersebut. Hasilnya, Tontowi/Liliyana kalah 3-6.
 Namun, pada pertemuan terakhir di Piala Sudirman 2013, mereka menang 21-18,14-21,21-16. Jadi, kesempatan mengulang hasil 2007 terbentang lebar. (*)

Kalah, Tiba Saatnya Berpisah

TAK SESUAI :Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (foto: thestar)

TAMAT. Itulah yang dialami pasangan senior Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.
 Kekalahan di babak perempat final membuat keduanya bakal berpisah setelah Kejuaraan Dunia 2013. Mereka gagal menembus babak semifinal setelah ditundukkan pasangan Korea Selatan Kim Ki-jung/Kim Sa-rang dengan dua game langsung 15-21, 16-21 dalam pertandingan selama 46 menit yang dilaksanakan di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou, Tiongkok, pada Jumat waktu setempat (9/8).
 Dalam Kejuaraan Dunia 2013, pasangan negeri jiran tersebut diunggulkan di posisi kedua sedangkan lawannya di posisi kelima.Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) menargetkan Kien Keat/Boon Heong harus bisa menembus babak final.
 Kekalahan dari pasangan Negeri Ginseng, julukan Korea Selatan, ini menjadi kekalahan keempat dari empat kali bersua. Ini berarti Kien Keat/Boon Heong tak pernah menang.
 Bagi pasangan yang sudah tujuh tahun bertandem, perpisahan karena kalah di babak perempat final tentu menjadi hal yang menyedihkan. Kien Keat/Boon Heong pernah membawa harum Malaysia denan menjuarai Asian Games 2006, juara turnamen bergengsi All England 2007, dan finalis Kejuaraan Dunia 2010.
‘’Saya tak pernah mengerti kenapa kalau melawan pasangan Korea ini mereka seperti punya energi lebih,’’ kilah Kien Keat.
 Sebenarnya, kemenangan juga sudah ada di depan mata mereka. Pada game pertama, pasangan Malaysia tersebut unggul 11-9.
‘’Kami lebih berpengalaman dibandingkan mereka. Namun, semuanya berubah setelah mereka mampu menguasai pertandingan,’’ tambah Kien Keat.
Dia pun menyerahkan nasibnya kepada BAM untuk memutuskan. Meski, Kiean Keat mengakui mereka belum memenuhi target yang dibebankan.
‘’Kami tidak datang dengan target perempat fimal. Kami datang ke sini dengan target juara ganda putra,’’ tegas dia.
 Kegagalan Kiean Keat/Tan Boon Heong membuat Malaysia belum pernah menjadi juara sejak Kejuaraan Dunia kali pertama dilaksanakan pada 1977. (*)

Ganda Putra Malaysia Nyaris Juara
1989:Razif Sidek/Jailani Sidek (Semifinalis)
1993: Cheah Soon Kit/Soo Beng Kiang (Finalis)
1995: Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock (Semifinalis)
1997: Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock (Finalis)
2001: Chew Choon Eng/Chan Chong Ming (Semifinalis),Choong Tan Fook/Lee Wan Wah (Semifinalis)
2005:Chan Chong Ming/Koo Kien Keat (Semifinalis)
2007: Choong Tan Fook/Lee Wan Wah (Semifinalis)
2009: Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan (Semifinalis)
2010: Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Finalis)

Ini Beda dengan Indonesia dan Singapura

Hendra/Ahsan mendengarkan pengarahan Herry IP (foto: PBSI)

CAI Yun/Fu Haifeng sudah dikalahkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Itu bukan hanya sekali tapi dua kali.
 Keduanya pun terjadi dalam dua kali pertemuan terakhir yakni di Indonesia Super Series Premier 2013 dan sepekan sesudahnya di Singapura Super Series 201 3.  Hanya, skor pertemuan Hendra/Ahsan dengan Cai/Fu menjadi 2-2.
 Sebelumnya, Hendra/Ahsan juga dua kali menelan pil pahit dari ganda senior Tiongkok tersebut pada Hongkong Super Series 2012 dan pada Piala Sudirman 2009.
 Pada Hongkong Super Series 2012, Hendra/Ahsan baru kali pertama dipasangkan.  Sementara pada Piala Sudirman 2009,  keduanya tampil dengan status dadakan. Sebelumnya, Hendra berpasangan dengan Markis Kido sementara Ahsan dipasangkan dengan adik Kido, Bona Septano.
  Kali ini, dalam Kejuaraan Dunia 2013, Hendra/Ahsan kembali bersua pada babak semifinal. Itu setelah kedua pasangan melewati rintangan lawan-lawannya pada babak perempat final yang dilangsungkan di Tianhe Indooe Stadium, Guangzhou, Tiongkok, pada Jumat waktu setempat (9/8).
 Hendra/Ahsan, yang diunggulkan di posisi keenam menang dua game langsung 21-14, 21-18 atas Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin dari Taiwan. Sheng Mu/Chia Hsin pada babak ketiga membuat kejutan dengan menjungkalkan unggulan pertama asal Korea Selatan Ko Sung-hyun/Lee Yong-dae 14-21, 21-14,21-19.
 Sementara Cai/Fu, yang diunggulkan di posisi kedelapan, lolos semifinal berkat kemenangan  dua game 21-13,22-20 atas unggulan keempat asal Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa.
 Siapa yang menang? Hendra/Ahsan kan? Harapan public bulu tangkis Indonesia pasti demikian. Namun, bermain di kandang membuat penampilan Cai/Fu tentu tak loyo agar tak malu di depan pendukungnya sendiri.
 Sayang, sukses Hendra/Ahsan lolos ke semifinal gagal diikuti oleh pasangan muda Angga Pratama/Rian Agung Saputro. Unggulan kesepuluh ini harus mengakui ketangguhan ganda Denmark yang diunggulkan di posisi ketiga Mathias Boe/Carsten Mogensen 13-21, 21-11, 17-21. Boe/Mogensen akan dijajal Kim Ki-jung/Kim Sa-rang (Korsel) yang di babak sebelumnya melibas unggulan kedua asal Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong 21-15, 21-16. (*)

Ada Manfaatnya Berlatih di Indonesia

TERHENTI: Carolina Marin (foto: badmintoneurope)

PENAMPILAN Carolina Marin sempat menarik perhatian dalam Kejuaraan Dunia 2013. Tunggal putri asal Spanyol tersebut mampu menembus babak perempat final.
 Sayang, Marin gagal lolos ke empat besar setelah dipaksa mengakui ketangguhan unggulan keempat asal Thailand 18-21,22-20, 15-21 dalam pertandingan yang dilaksanakan di Guangzhou, Tiongkok,pada Jumat waktu setempat (9/8).
 Marin, yang masih berusia 20 tahun, hadir dengan status nonunggulan. Tapi, pada babak pertama, dia sempat menjadi pusat perhatian dengan mempermalukan pebulu tangkis Indonesia Adriyanti Firdasari dengan dua game langsung 21-15, 21-11.
 Pada babak kedua, giliran unggulan ke-14 asal Thailand Busanan Ongbumrungpan yang dipaksa pulang lebih cepat dengan skor 21-12, 17-21,21-14. Jalan ke perempat final diperolehnya setelah melibas unggulan kelima Sung Ji-hyun dari Korea Selatan dengan dua game langsung 13-21,21-13, 22-20.
 Kekalahan dari Ratchanok ini juga menjadi kekalahan kedua bagi Marin. Dia pernah kalah oleh pebulu tangkis Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, tersebut pada Denmark Super Series 2011.
 Melesatnya penampilan Marin ini juga tak lepas dari gemblengan yang diterimanya di Indonesia sebelum berangkat ke Kejuaraan Dunia 2013. Ini membuat penampilan juara Eropa 2008 tersebut mengalami perubahan.
 Dia mampu memadukan skill Asia dan kecepatan Eropa.  Meski kalah, Ratchanok pun sempat dibuat ketar-ketir.
 Selain itu, kekalahan Marin juga membuat dahaga gelar juara Eropa di nomor tunggal putri semakin panjang. Sejak kali pertama digelar pada 1977, baru Lene  Koppen asal Denmark yang bisa meraihnya pada tahun yang sama. Saat itu, terjadi final sesama pebulu tangkis Eropa karena Koppen mengalahkan Gillian Gilks (Inggris). Selama 22 tahun kemudian, Camilla Martin mengulanginya dengan menundukkan wakil Tiongkok Dai Yun 11-6, 6-11, 11-10. . (*)

Lin Dan Pamer Kekuatan

BAHAYA: Lin Dan unjuk kekuatan (foto: bwF)

LIN Dan masih menakutkan. Langkahnya sudah mampu menembus babak semifinal tunggal putra Kejuaraan Dunia 2013.
 Itu setelah Lin Dan mampu menjungkalkan unggulan kedua yang juga pebulu tangkis Tiongkok Chen Long 21-13, 22-20 dalam pertandingan yang dilaksanakan di Tianhe  Indoor Stadium, Guangzhou, Tiongkok, pada Jumat waktu setempat (9/8).
 Bahkan, langkah lolos ke partai puncak bukan pekerjaan susah. Lin Dan akan dijajal oleh pebulu tangkis Taiwan Nguyen Tien Minh, yang pada babak perempat final memuus Jan O Jorgensen (Denmark) dengan rubber game 21-8, 17-21, 22-20. Dalam tiga kali pertemuan sebelumnya, Lin Dan selalu memetik kemenangan.
 Selain itu, final ideal pun sudah di depan mata. Ulangan final Kejuaraan Dunia 2011 dan Olimpiade 2012 bisa kembali terulang.
 Seteru berat Lin Dan. Lee Chong Wei asal Malaysia juga lolos ke semifinal. Tanpa kesulitan berarti, pebulu tangkis berusia 31 tahun tersebut menghentikan ambisi Tommy Sugiarto (Indonesia) dengan dua game mudah 21-6, 21-19. Dia akan dijajal unggulan ketiga Du Pengyu (Tiongkok) yang lolos semifinal setelah berjuang ekstrakeras melawan Kashyap Parupalli (India) 16-21, 22-20, 21-15. Dalam delapan kali pertemuan sebelumnya, Chong Wei hanya sekali kalah. Kali terakhir, Chong Wei mengalahkan lawannya tersebut pada final Korea Super Series Premier 2013 dengan dua game langsung 21-12, 21-15.
 Lin Dan sendiri nyaris absen dari semua kegiatan olahraga tepok bulu sejak sukses mempertahankan emas di Olimpiade London 2012 ada bulan Agustus. Dia hanya sekali unjuk kebolehan dalam Kejuaraan Asia 2013 di Taiwan pada bulan April. Namun, Lin Dan memilih WO di babak perempat final.
 Dia sempat memberi harapan dengan bakal berlaga dalam Indonesia Super Series Premier dan Singapura Super Series. Tapi, lagi-lagi, dia absen dengan alasan kondisinya belum fit dan ingin konsentrasi penuh menghadapi Kejuaraan Dunia 2013.  (*)

Tommy Sugiarto Sukses Revans


  
SATU hadangan berat sudah dilalui Tommy Sugiarto. Unggulan kedelapan tersebut mampu mengalahkan Marc Zwiebler dari Jerman dengan dua game langsung 21-19, 21-14 dalam pertandingan di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou, Tiongkok,pada Kamis waktu setempat (8/8).
 Kemenangan ini membuat Tommy mampu membalas kekalahan menyakitkan pada babak semifinal Indonesia Super Series Premier 2013. Ini juga membuat putra salah satu legenda bulu tangkis Indonesia Icuk Sugiarto tersebut memperkecil skor kekalahannya menjadi 2-3. 
 Pada babak perempat final, Tommy akan menantang kandidat utama juara Lee Chong Wei. Pebulu tangkis Malaysia tersebut lolos ke perempat final setelah menghentikan perlawanan Wang Zhengming (Tiongkok) 21-12, 21-7. 
 Kekalahan Zhengming ini menjadi satu-satunya kekalahan yang dialami wakil tuan rumah di nomor tunggal putra. Tiga andalan Tiongkok  Du Pengyu,  Lin Dan, dan Chen Long mampu mengalahkan para rival. 
 Du Pengyu lolos setelah mengalahkan Takuma Ueda dari Jepang 21-19,13-21,21-17. Sementara Lin Dan menghentikan perlawanan Chong Wei Feng (Malaysia) 22-20, 21-10 dan Chen Long memupus asa Liew Daren (Malaysia) 21-18, 21-15.
Bahkan, satu tempat di semifinal sudah berada dalam genggaman. Itu setelah Lin Dan, yang juara bertahan, bakal menantang unggulan kedua Chen Long. (*)  

Permintaan Bodin pun Tak Digubris

Maneepong (kanan) dan Bodin (foto: bangkok)

PASANGAN Thailand Maneepong Jongjit/Nipitphon Puangpuapech harus gigit jari. Keinginan berlaga dalam Kejuaraan Dunia 2013 kandas.
 Itu seiring dengan sanksi yang diberikan Komisi Disiplin BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) kepada Maneepong karena berkelahi dengan mantan pasangannya Bodin Issara dalam final turnamen Kanada Grand Prix 2013 di Richmond pada 21 Juli lalu.
 BWF memberikan sanksi kepada Maneepong tak boleh tampil dalam berbagai turnamen kalender BWF selama tiga bulan. Sedangkan Bodin menerima sanksi lebih berat yakni dua tahun dan berlaku sejak 21 Juli. Hukuman ini sama dengan yang dijatuhkan Asosiasi Bulu Tangkis Thailand (BAT) atas kejadian yang dianggap sebagai aib bulu tangkis tersebut.
Bodin pun sempat meminta agar BWF memberikan izin kepada mantan pasangannya tersebut bisa tampil pada Kejuaraan Dunia 2013. Sayang, usahanya tersebut sia-sia.
 Sebenarnya Maneepong/Nipitphon bisa langsung melaju ke babak kedua karena pada babak pertama memperoleh bye. Pada babak kedua, mereka akan dijajal pasangan Hongkong Lee Chun Hei/Ng Ka Long yang di babak pertama mengalahkan Adrian Liu/Derrick Ng (Kanada) 24-22, 21-19.
 Absennya pasangan Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, tersebut membuat Chun Hei/Ka Long langsung lolos babak ketiga dan menantang unggulan kedua Koo Kien Keat/Tan Boon Heong asal Malaysia.
 Bagi Kien Kean/Boon Heong, Maneepong/Nipitphon bisa jadi batu sandungan. Ini dikarenakan mereka pernah kalah di All England Super Series 2013 dengan straight game 17-21, 18-21. (*)

Tommy Ketemu Momok Jerman


BERTAHAN: Tommy Sugiarto (foto: badmintonindonesia)

TOMMY Sugiarto menjadi tumpuan asa Indonesia di nomor tunggal putra dalam Kejuaraan Dunia 2013. Putra juara dunia bulu tangkis yang pernah dimiliki merah putih, Icuk Sugiarto, tersebut menjadi satu-satunya wakil yang tersisa. 
 Itu setelah Dionysius Hayom Rumbaka harus mengakui ketangguhan unggulan teratas asal Malaysia Lee Chong Wei 21-14, 18-21,11-21 dalam pertandingan babak kedua yang dilaksanakan di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou, Tiongkok, pada Rabu (7/8). Sementara Tommy mampu menundukkan Hsu Jen Hao asal Taiwan 9-21, 7-21. 
 Jen Hao merupakan pebulu tangkis yang mempermalukan pebulu tangkis senior Indonesia Simon Santoso pada babak pertama sehari sebelumnya. 
 Meski menempati unggulan kedelapan tapi langkah Tommy menembus perempat final sangat berat. Dia bakal bersua seteru lamanya, Marc Zwiebler. Pada babak kedua, wakil Jerman tersebut menundukkan Toby Penty (Inggris) 21-14, 21-11.
 Dalam empat kali pertemuan, Tommy hanya sekali menang yakni di Hongkong Super Series 2012. Dalam pertemuan terakhir di Indonesia Super Series Premier 2013, Tommy kalah dua game langsung 17-21, 10-21. 
 Dari sisi peringkat pun, keduanya tak jauh berbeda. Tommy berada di posisi kedelapan sementara Zwiebler tiga peringkat di bawahnya. (*)

Hasil Wakil Indonesia 
Tunggal Putra: Lee Chong Wei (Malaysia x1) v Dionysius Hayom Rumbaka (Indonesia) 14-21, 21-18,21-11; Tommy Sugiarto (x8) v Hsu Jen Hao (Taiwan) 21-9, 21-7;

Tunggal Putri: Wang Yihan (Tiongkok x2) v Belaetrix Manuputy (Indonesia) 21-12,21-8;  Lindaweni Fanetri (x9) v Beatriz Corales (Spanyol) 21-12, 21-11

Ganda Putra:Angga Pratama/Rian Agung Saputro (Indonesia x10) v Marcus Ellis/Paul Van Rietvelde (Inggris/Skotlandia) 21-11,21-8; Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (x6) v Ronel Estanislao/Paul Jefferson Vivas (Filipina) 21-9, 21-12; Alvent Yulianto/Markis Kido (x15) v Tarun Kona/Arun Vishnu (India) 21-15,13-21, 21-17

Ganda Putri: Rie Eto/Yu Wakita (Jepang) v Gebby Ristiyani/Tiara Rosalia (Indonesia) 17-21,21-19,21-11; Pia Zebadiah/Rizki Amelia Pradipta (x9) v Amelia Alicia/Fie Cho Soong (Malaysia) 21-14, 21-19


Beda Ranah, Beda Kebijakan

TAMPIL: Dionysius Hayom Rumbaka (foto: badmintonindonesia)

ANGIN segar bagi Tim Bulu Tangkis Indonesia. Keberanian menampilkan Dionysius Hayom Rumbaka melawan pebulu tangkis Israel Misha Zilberman dalam Kejuaraan Dunia 2013 dianggap bukan sebagai aib besar.
 ‘’Ranahnya mungkin beda antara politik dan olahraga. Pertimbangannya pun juga beda,’’ terang Humas Departamen Luar Negeri Republik Indonesia Siti Sofia saat dihubungi smashyes.
 Meski, dia menegaskan bahwa Indonesia tak mempunyai hubungan diplomatic dengan Israel. Ini, tambah Opi, sapaan karib Siti Sofia, sebagai bentuk solidaritas kepada invasi  yang dilakukan Israel kepada Palestina.
 ‘’Indonesia memang tak mengakui adanya negara Israel,’’ terangnya. Sikap PP PBSI ini memang di luar dugaan dan menentang arus. Biasanya, atlet Indonesia tak mau berhadapan dengan wakil Israel.
 Kali terakhir sikap tersebut ditunjukan Tim Fed Indonesia pada 2006. Saat itu, para petenis putri merah putih menolak bertanding melawan Israel dalam babak playoff  Grup I Dunia.
 Imbasnya, Indonesia langsung turun ke Grup Asia-Oceania dan dilarang tampil setahun kemudian. Itu masih ditambah dengan beberapa denda uang yang harus dibayarkan PP Pelti. (*)

Siap-Siap Pergi, Firda

MENGECEWAKAN: Adrianti Firdasari

ADRIANTI Firdasari siap-siap angkat koper dari pelatnas Cipayung. Warning (peringatan) yang diberikan kepadanya untuk bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam Kejuaraan Dunia 2013 tak mempan baginya.
Buktinya, dia langsung tersingkir pada babak pertama. Firda, sapaan karib Firdasari, harus mengakui ketangguhan pebulu tangkis Spanyol Carolina Marin dengan dua game langsung 15-21, 11-21 dalam pertandingan yang dilaksanakan di Tianhe Indoor Stadium,Guangzhou, Tiongkok, pada Selasa (6/8).
 Hasil ini juga membuat Firda gagal membalas kekalahan (revans) dari gadis Negeri Matador, julukan Spanyol, tersebut. Dia juga kalah dari Marin dalam babak pertama Indonesia Super Series Premier 2013 yang dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta,pada 11 Juli lalu. Saat itu, Firda juga kalah dua game langsung 13-21, 8-21.
 Kekalahan ini termasuk ironis juga. Sebab, sebelum berangkat ke Kejuaraan Dunia, juara junior Eropa tahun lalu tersebut berlatih di Indonesia.
 Kesabaran PP PBSI memang sudahb habis kesabarannya kepada Firda. Dia sudah dianggap tak bisa memanfaatkan waktu yang lama di pelatnas tanpa adanya prestasi. Gagal dalam Kejuaraan Dunia juga bukan hal yang asing bagi Firda.
 Selain Firda, Simon Santoso juga harus siap mental. Dia juga terancam meninggalkan pelatnas atau terkena sanksi larangan turun di semua turnamen selama enam bulan.
 Penyebabnya juga sama. Dia sudah tersingkir pada babak pertama Kejuaraan Dunia 2013 oleh wakil Taiwan Hsu Jen Hao.
 Pada nomor tunggal putri, selain Firda, Aprilia Yuswandari juga langsung angkat koper. Tunggal putri yang dibesarkan di Pusdiklat Semen Gresik tersebut kalah dua game 18-21, 10-21 oleh Kaori Imabepu dari Jepang.
 Untung kekalahan dua tunggal putri ini tak merembet kepada Bellaetrix Manuputty. Dia lolos babak kedua berkat kemenangan atas Sandra-Maria Jensen (Denmark) 21-6,21-19. Hanya, untuk lolos ke babak ketiga, Bella, sapaan karib Bellaetrix,akan menantang unggulan kedua asal Tiongkok Wang Yihan, yang di babak pertama memperoleh bye.
 Sebelumnya, keduanya pernah bertemu di Jerman Grand Prix Gold 2013. Hasilnya, Bella kalah dua game 17-21,19-21. (*)

Kalah Bukan karena Trauma Cedera

TUMBANG: Sony Dwi Kuncoro (foto:badmintonindonesia)

PIL pahit harus ditelan Sony Dwi Kuncoro. Diharapkan mampu mengukir prestasi dalam Kejuaraan Dunia 2013, dia malah sudah tersingkir di babak pertama Kejuaraan Dunia 2013.
 Sony dipaksa harus mengakui ketangguhan Derek Wong asal Singapura dengan dua game langsung 22-24, 16-21. Ini menjadi capaian terburuknya selama berkiprah dalam Kejuaraan Dunia.
 Meski kalah, Sony menyempatkan waktu meladeni wawancara smashyes via layanan pesan singkat (SMS). Berikut petikan wawancaranya.

Jangan pernah menyerah
-Iya. Harus itu

Sony belum fit 100 persen ya?
-Sudah fit tapi memang kalah

Start pada game pertama agak telat tadi ya Son?
-Iya, terlalu pelan dan kurang agresif

Kekalahan ini apa karena masih trauma setelah mengalami cedera dan lama absen mengikuti turnamen?
-Enggak juga.

Kiprah Sony Dwi Kuncoro di Kejuaraan Dunia
2003:Perempat final
2005: Babak III
2006:Babak III
2007:Finalis
2009:Semifinalis
2010:kalah WO karena hadapi pebulu tangkis Israel
2011:Absen
2013: Babak I

Ada Apa dengan Simon Santoso



TAK MEMPAN: Joko Supriyanto beri arahan Simon (foto: PBSI)
SIMON Santoso tersingkir dari Kejuaraan Dunia 2013. Ironisnya, juara tunggal putra Indonesia Super Series Premier 2012 tersebut sudah angkat koper dari babak pertama.
 Yang mengalahkannya pun bukan pebulu tangkis top asal Taiwan Hsu Jen Hao dengan rubber game 21-11, 14-21, 20-22 dalam pertandingan yang dilaksanakan di Tianhe Indoor Stadoum, Guangzhou, Tiongkok, pada Senin (5/8). Sebenarnya, Jen Hao bukan lawan sepadan bagi Simon.
 Peringkatnya sekarang lebih bagus, 31, dibandingkan Simon yang terdampar di 48 dunia. Namun, Jen Hao dua kali kalah dari pebulu tangkis asal Tegal, Jawa Tengah, tersebut.
 Itu terjadi di Jepang Super Series 2012 dan Taiwan Grand Prix Gold. Kemenangan itu pun digapai Simon dengan dua game langsung.
 Kekalahan ini membuat dia gagal bersua dengan rekan latihannya di Pelatnas Cipayung, Tommy Sugiarto. Putra salah satu juara dunia bulu yang dimiliki Indonesia Icuk Sugiarto tersebut pada babak pertama harus bersusah payah untuk menyingkirkan Hans-Kristian Vittinghus (Denmark) 21-18, 15-21, 21-17. Dalam Kejuaraan Dunia 2013 ini, Tommy menempati unggulan kedelapan.
 Selain Simon, wakil Indonesia di nomor tunggal putra yang tersingkir adalah Sony Dwi Kuncoro. Unggulan ke-10 ini menyerah dua game langsung 22-24, 16-21 oleh wakil Singapura Derek Wong.
 Kekalahan ini membuat PP PBSI siap menjalankan vonisnya yakni selama enam bulan tak mengirimkan Simon ke berbagai turnamen internasional. Ini dipicu sikapnya yang membuat PP PBSI kecewa pada Piala Sudirman 2013 dan Indonesia Super Series Premier 2013.
 Di Piala Sudirman, Simon nyaris didaftarkan. Namun, dia memilih absen karena mengaku masih cedera dan ingin konsentrasi mempertahankan gelar di Indonesia Super Series 2013.
 Tapi di turnamen yang menyediakan hadiah USD 700 ribu tersebut, Simon juga batal tampil. Alasannya, dia mengalami cedera leher karena salah tidur. Nah, inilah yang membuat PP PBSI geram. (*)

Cari Menang, Lupakan Solidaritas Palestina

Dionysius Hayom Rumbaka (foto:badmintonindonesia)

KESUCIAN menodai nama Indonesia di dunia politik internasional. Kesucian untuk tak mengakui negara Israel ternoda dengan sikap PP PBSI yang mengizinkan pebulu tangkisnya Dionysius Hayom Rumbaka menghadapi wakil negara zionis tersebut  Misha Zilberman pada babak pertama Kejuaraan Dunia 2013 yang dilaksanakan di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou, Tiongkok,pada Senin (5/8).
 Memang, Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, memang menang dua game langsung 21-15,23-21. Ini membuat pebulu tangkis asal Djarum tersebut menantang unggulan pertama asal Malaysia Lee Chong Wei yang dalam penampilan perdananya menang mudah 21-14,21-15 atas Scott Evans asal Irlandia.
 Namun, sebenarnya ini bukan masalah menang atau kalah. Politik Indonesia sudah tegas tak mengakui Israel karena invasinya kepada Palestina.
 Tapi sikap tersebut tak digubris oleh PP PBSI. Mungkin, bagi induk olahraga tepok bulu Indonesia tersebut menang lebih di atas segalanya dengan melupakan solidaritas Palestina dan mungkin menyakiti jutaan warga Indonesia yang mayoritas muslin.
 PP PBSI tak mau belajar dari PB Pelti. Induk organisasi tenis lapangan di tanah air tersebut rela dianggap kalah dan mendapat vonis dari ITF (Federasi Tenis Internasional). Itu disebabkan Pelti tak mengizinkan Tim Fed Indonesia berhadapan dengan Israel di Tel Aviv pada 2006.
 Beberapa negara pun juga melakukan langkah yang sama dengan Indonesia, kecuali Hayom tentunya. Mereka rela atletnya kalah daripada harus berhadapan dengan wakil Israel.
 Sekjen PP PBSI Anton Subowo tak bisa dimintai komentarnya mengenai sikap organisasinya yang mengizinkan atlet Indonesia turun melawan pebulu tangkis Israel. Meski, sebelumnya, dia sempat memberikan jawaban layanan pesan singkat tentang masalah tersebut.
 ‘’Saya akan konfirmasi dulu dengan tim manajer mengenai kondisi ini. Terima kasih atas informasi dan perhatiannya,’’ terang Anton dalam pesan singkatnya. (*)

Tragedi Olahraga Nasional di Depan Mata



PANTANG: Misha Zilberman (foto: misha)

TRAGEDI politik bisa terjadi dalam Kejuaraan Dunia 2013. Ini dikarenakan tunggal putra Indonesia Dionysius Hayom Rumbaka bakal menghadapi wakil Israel Misha Zilberman dalam pertandingan di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou, Tiongkok, pada Senin malam waktu setempat (5/8). 
 Di atas kertas, Hayom, sapaan karib Dionysius Hayom Rumbaka, bakal menang menang. Peringkat pebulu tangkis asal Djarum tersebut jauh lebih unggul karena di posisi 26 dunia sementara Misha hanya di posisi 63.
 Tapi, bisa jadi Hayom bakal kalah WO (walk over). Alasannya, selama ini, Indonesia tak menjalin hubungan dengan Israel. Pertimbangannya karena Isreal merupakan negara zionis yang melakukan invasi ke Palestina. Sampai sekarang pun, negara yang beribukota Tel Aviv tersebut masih menjajal Palestina. 
 Kejadian bertemu Israel pernah terjadi di beberapa ajang. Kali terakhir saat Tim Fed Indonesia bersua dengan mereka pada 2006 pada babak playoff Grup II Dunia. 
 Bagaimana sikap PB Pelti? Mereka memilih tak bertanding meski risikonya harus turun ke Grup I Asia-Ocenia. Sudah selesai? Belum. Indonesia dilarang mengikuti ajang tenis beregu putri tersebut pada 2007.
 Ini masih ditambah beberapa sanksi dari ITF (Federasi Tenis Internasional). Jumlah denda yang harus dibayar Indonesia  dibagi dalam tiga kategori, yaitu sebesar USD 5.000  karena membatalkan keikutsertaannya sehingga melanggar Piala Fed. Regulation nomor 12. Indonesia juga dinyatakan melanggar aturan nomor 13 dan diwajibkan mengganti biaya-biaya yang telah dikeluarkan petugas ITF ke Israel untuk persiapan Piala Fed sebesar USD 6.600. Serta kewajiban mengganti biaya yang telah dikeluarkan tuan rumah yaitu sebesar USD 20.000.
 Sekjen PP PBSI Anton Subowo dan Manajer Tim Indonesia ke Kejuaraan Dunia Rexy Mainaky ketika coba dikonfirmasi melalui layanan pesan singkat tak memberikan jawaban. Semenara, mantan Sekjen PB PBSI (sebelum berubah menjadi PP PBSI) belum memberikan komentar. Dia hanya mengirimkan layanan pesan singkat tengah mengemudi di luar kota. 
 ‘’Ada apa? Saya nyetir luar kota,’’ tulis Yacob kepada smashyes. (*)  

Lin Dan Mau Numero Uno

SAMPAI AKHIR: Lin Dan pasang target juara (foto: thestar)
LIN Dan menebar teror. Pebulu tangkis tunggal putra asal Tiongkok tersebut pasang target meraih gelar Kejuaraan Dunia 2013 yang dilaksanakan di kandang sendiri, Guangzhou, pada 5-11 Agustus.
  Lin Dan ingin menambah koleksi gelarnya menjadi lima. Meski, dia baru saja kembali ke lapangan setelah lama absen usai mempertahankan emas olimpiade di London pada Agustus 2012.
‘’Ini akan menjadi awal bagiku lagi. Sebagai atlet, saya tidak menjamin  pasti juara tapi saya berjanji akan memberikan yang terbaik,’’ tegas Lin Dan seperti dikutip media Malaysia.
 Kondisi Lin Dan pun sudah kembali seperti semula. Otot tubuhnya seperti ketika dia mengalahkan Lee Chong Wei (Malaysia) pada final Olimpiade 2012.
 ‘’Saya mengucapkan terima kasih kepada BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) yang memberikan wild cards sehingga bisa tampil dalam Kejuaraan Dunia,’’ ucap suami mantan ratu tenis bulu tangkis Xie Xingfang tersebut.
 Dengan wild card, Lin Dan bisa berlaga dalam Kejuaraan Dunia. Ini disebabkan peringkatnya tak memungkinkan dia berlaga.
 Lin Dan pun membalas kepercayaan tersebut dengan latihan ekstrakeras. Tujuannya agar dia bisa menjadi Numero Uno (Nomor Satu alias juara) dalam Kejuaraan Dunia 2013.
‘’Saya melakukan persiapan untuk meraih gelar lagi,’’ lanjut Lin Dan.
Lin Dan mengakui mungkin bakal menjadi salah satu pebulu tangkis tertua  di Tiongkok. Namun, dia menjalani latihan dengan para pebulu tangkis muda Tiongkok di Qingdao dengan intens latihan yang sama.
‘’Saya senang dengan kondisi fisik sekarang,’’ pungkas Lin Dan. (*)